.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

Pelprip Jangan Kalah dengan Pelwap



Seperti halnya peran seorang suami dalam sebuah keluarga yang menjadi “imam” dalam rumah tangga Kristen, begitu pula pentingnya kehadiran kaum bapa dalam kehidupan berjemaat di setiap denominasi gereja, termasuk GPdI.   Pelayanan Pria Pantekosta (Pelprip) menjadi tonggak vital dalam perjalanan panjang gereja yang berdiri sejak tahun 1921 ini.  

Namun, ironisnya, justru keberadaan Pelprip lah yang hingga kini tetap menimbulkan keprihatinan.   Fenomena “buruk” yang terus melanda kelangsungan pelayananan para ‘kepala keluarga’ di hampir keseluruhan jemaat GPdI di tanah air -termasuk Sulawesi Utara yang menjadi basisnya “Gerakan Pantekosta”- tersebut, tak lain adalah soal tingkat kehadiran anggota dalam setiap Ibadah Pelprip yang jauh di bawah separuhnya.   Bukan hanya dalam level jemaat, tapi juga tingkatan wilayah, dan seterusnya.

Hal ini pula yang menjadi bahan evaluasi Pelprip Komisi Wilayah (KW) II Sario-Wanea yang memiliki keanggotaan di 13 jemaat.   “Ini yang masih menjadi problem kita.  Setiap Ibadah Wilayah kita selalu sedikit yang hadir.  Padahal, jika setiap jemaat mengutus 5 anggotanya saja, sudah lumayan lah.” tukas Ketua KW II Pelprip, Bpk. Eddy Nuah, usai Ibadah Persatuan Pelprip Wilayah terakhir dalam agenda pelayanan 2014 yang dihadiri 20-an orang, Jumat (14/11) di GPdI Hosana Karombasan Manado.   Parahnya lagi, dari luar tuan rumah hanya 6 orang, sudah termasuk Ketua, Bendahara (Bpk. Adrie Assa), dan Pelayan Firman Tuhan dari GPdI El-Shaddai (Bpk. Frangky Sumual).

Melalui ibadah yang dipandu Worship/Songleader Bpk. Hendra Rori dan Singers: Bpk. Octovianus Frederik, Bpk. Royke Inkiriwang, dan Bpk. Maikel Runtuwene, serta pemusik; Bpk. Romi Mirah, Bpk. Reagen Reppie, dan Sdr. Israel Rumengan itu, Sumual dalam khotbahnya juga menyinggung masalah dimaksud.   Perkembangan dunia saat ini, katanya, menjadi ujian bagi bapak-bapak untuk tetap setia dalam beribadah.

Persoalan yang sama ini, kembali terangkat dan menjadi sorotan khusus Hamba Tuhan tamu dari daerah Sulawesi Tengah, Pdt. Steven Dajoh saat melaksanakan tugas Pelayanan Firman Tuhan dalam Ibadah Raya Minggu (16/11) di gereja.   Melalui khotbahnya yang bertemakan “Taati Aturan-Nya” dengan mengambil nats pokok Yesaya 28 : 10, Gembala GPdI Poso Pesisir ini dituntun Roh Kudus untuk mengingatkan kaum bapa setempat.   “Pelprip jangan kalah dengan Pelwap yang senang berkumpul dalam ibadah.” tegasnya dihadapan ratusan jemaat yang hadir.   Bahkan -selesai berkhotbah-, pendeta yang telah melayani sekitar 16 tahun di wilayah “konflik” Poso ini, mengundang dan mendoakan secara khusus para anggota Pelprip Hosana Karombasan.  


Tags :



Berita Terkait