.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

Natal Yesus Kristus Menggenapi Imanuel



Menjelang kelahiran Yesus Kristus, Matius 1 : 18-19 menyebutkan, Maria - ibu-Nya - bertunangan  dengan Yusuf.   Dan, sebelum keduanya hidup sebagai suami-isteri, Maria telah mengandung dari Roh Kudus.  Yusuf yang tulus hatinya, bermaksud menceraikan Maria diam-diam, karena tak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum.  

Melihat keraguan Yusuf, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1 : 20-21).   

Matius 1 : 22-23 menambahkan, hal ini terjadi supaya genaplah yang difirmankan Bapa oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel!” -yang berarti: Allah menyertai kita-.   Pemberitaan tentang Imanuel, memang sudah dinubuatkan jauh sebelumnya (Yesaya 7 : 14).   Maka, Kristus Yesus lahir menggenapi “Imanuel” dalam kehidupan orang percaya. 

Demikianlah inti khotbah Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA melalui Ibadah Perayaan Natal Yesus Kristus Jemaat GPdI Hosana Karombasan - Rayon Hermon, Minggu (30/11/2014) di rumah Kel. Runtuwene-Mumu.   Dikatakannya, ketika berita Natal disampaikan, ada respon yang umum dalam pandangan orang Yahudi saat itu.  Bangsa Israel yang sudah terbiasa dengan aturan Taurat, sukar untuk menerima adanya kehadiran seseorang bernama Yesus, yang akan menyelamatkan dan menjadi Imanuel dalam kehidupan mereka.  

“Orang Yahudi memang mengakui Tuhan menyertai mereka. Namun, dalam pemahaman dan sepengetahuan mereka, Bapa tak bisa sembarangan ditemui.” tukas Sumilat dihadapan jemaat dan undangan yang hadir.

Penggenapan “Imanuel”, disebutkannya, lebih dipertegas lagi dalam Yohanes 17 : 20-23.   Melalui doa-Nya untuk kegenapan “Allah beserta Kita”, Kristus menegaskan keberadaan Dia bersama Bapa yang adalah satu, ada di dalam kita.   “Imanuel menjadikan kita semua tinggal di dalam Kristus Yesus.” tandas Hamba Tuhan yang telah menggembalakan jemaat GPdI Hosana Karombasan Manado sejak 1998 ini.

Jadi, lanjutnya, tak ada oknum lain yang diberikan otoritas ilahi dimaksud.   “Allah beserta kita” menjadi bagian dalam kehidupan orang percaya, melalui kehadiran Yesus Kristus.   Tokoh lintas gereja ini menekankan kembali, intinya, Yesus ber-Natal menggenapkan Imanuel.   Itu sebabnya, kehadiran Kristus, hendaknya mendorong gereja Tuhan lebih bersemangat dalam kesetiaan beribadah, berdoa, dan melayani-Nya.   “Inilah berkat Natal bagi kita semua yang percaya kepada Kristus Yesus, bahwa Allah menyertai kita selamanya.” pungkas suami tercinta dari Ibu Rohani, Pdt. Mieke Sumilat-Ukus ini.

Melalui kesaksian dan ucapan terima kasih, sang Koordinator Rayon Hermon, Pdm. Ibu Santy Runtuwene-Mumu, S.PdK mengungkapkan, jemaat rayon yang dipimpinnya dapat melaksanakan ibadah Natal dengan bermodalkan iman “5 roti dan 2 ikan”.   “Ketika kami membicarakan rencana ini, seluruh jemaat berkeinginan dan sepakat untuk mengadakan ibadah Natal.   Meskipun kas rayon terbatas, kami tetap tidak mencari dana keluar.  Seluruh internal jemaat secara bersama berupaya mencukupkan semua kebutuhan hingga dapat terlaksana malam hari ini.” beber aktivis rohani lulusan Sekolah Alkitab Langowan ini.

Mengakhiri ibadah yang dipandu Worshipleader, Sutrisno Sumual dan singers, Pdm. Sarah Ora, beserta pemusik; Bpk. Reagen Reppie dan Sdra. Israel Rumengan, jemaat rayon setempat yang beranggotakan puluhan jiwa, membagi berkat dengan memberikan hadiah Natal kepada Gembala & Ibu Rohani, serta para Pembantu Mimbar/Koordinator Rayon, pengerja, dan ibu janda.


Tags :



Berita Terkait