.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

BNN Libatkan Gereja Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba



Melalui kesempatan ruang pengumuman pada Ibadah Raya Minggu (22/03/2015) di gereja, Gembala GPdI Hosana Karombasan Manado Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA membacakan surat pemberitahuan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Manado.

Surat bertanggal 20 Maret 2015 yang ditandatangani Kepala BNN Kota Manado Eliasar Sopacoly tersebut, intinya berkaitan tindaklanjut pencanangan Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba di Indonesia.

“Bahwa bahaya penyalahgunaan narkotika sudah sangat meresahkan, dan bahkan membahayakan masyarakat di Indonesia, termasuk Kota Manado,” demikian salah satu bagian esensi surat yang dibacakan di hadapan ratusan jemaat setempat.

Disebutkan, 45 persen peredaran narkoba terjadi di negeri ini, dan terdapat 4,5 juta penggunanya -dimana 1,2 juta jiwa diantaranya belum bisa direhabilitasi-.      Bahkan, hampir setiap hari, 40-50 orang Indonesia meninggal dunia karena barang haram dimaksud.   Itu sebabnya, negara kita dinyatakan sebagai “Darurat Narkoba”.   Dan, berdasarkan petunjuk/arahan Presiden, tahun 2015 dijadikan Tahun Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba.

Selain itu, merujuk juga pada Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia No 12/2011 tentang Kebijakan Strategi Nasional dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) 2011-2015, petunjuk dan arahan Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BNN RI tanggal 4 Pebruari 2015, arahan Gubernur Sulawesi Utara pada rapat/audience dengan Kepala BNN Provinsi Sulut tanggal 23 Pebruari 2015 perihal dukungan pemerintah daerah dalam rangka gerakan rehabilitasi 1.209 korban pecandu narkoba di Sulut, Instruksi Walikota  Manado No 3/2011 tentang Kebijakan dan Strategi Kota Manado dalam P4GN,  dan pencanangan gerakan di tingkat Prov. Sulut tanggal 17 Maret 2015,   

Sehubungan hal tersebut, dan dalam rangka mensukseskan pelaksanaan gerakan nasional dimaksud, perlu melibatkan semua tokoh agama/rohaniawan melalui penyampaian pengumuman/warta jemaat dan/atau khotbah-khotbah di tempat/rumah ibadah (Gereja, Masjid, Wihara, Pura, Klenteng, dan lainnya).    Ditujukan khusus kepada anggota jemaat/warga yang tersandung dalam penyalahgunaan narkoba, untuk segera direhabilitasi di rumah sakit, puskesmas, dan/atau tempat lainnya yang telah ditentukan BNNP Sulut/BNNK Manado.

Untuk itu, diharapkan kepada seluruh umat/masyarakat, agar tidak takut/segan melaporkan adanya korban pecandu narkotika.   Sebab, para pemakai dan korban penyalahguna narkoba yang melapor dan/atau dilaporkan secara sukarela, tidak akan dihukum/dipenjara.   Tetapi, direhabilitasi tanpa pungutan biaya atau gratis.

Bersama dengan surat yang dikirimkan kepada para pimpinan jemaat/umat tersebut, ikut dilampirkan pula lembaran isian daftar nama korban penyalahguna/pecandu narkotika yang akan dilaporkan, untuk dikirimkan ke alamat kantor BNNK Manado di Jl. P.M.  Tangkilisan No. 20  Bumi Beringin, Kec. Wenang, Manado (Kontak person Kepala BNNK Manado/HP 0813400051111).


Tags :



Berita Terkait