.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

Pengampunan


1 Petrus 3:9 - Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Salah satu gambaran terbaik dari keganasan perang Vietnam adalah foto pemenang Pulitzer dari seorang anak gadis berumur 9 tahun, Phan Thi Kim Phuc. Desanya dibom napalm dan Kim Phuc mengalami luka bakar yang parah. Dia lari keluar dari rumahnya dalam keadaan telanjang, sakit dan menangis. Banyak orang menganggap bahwa foto tsb adalah potret kisah sedih yang bagus. Tetapi bagi John Plummer hal tsb sangat berbeda. Tahun 1972, dialah yang bertanggungjawab atas pengeboman di desa Trang Bang. Dialah yang bertanggung jawab atas peristiwa menyedihkan itu.

Bulan Juni 1996, John Plummer menjadi seorang pendeta sebuah gereja kecil. Suatu malam, dia menonton di televisi berita tentang Kim Phuc. Plummer menyadari bahwa Kim Phuc bukan saja masih bertahan hidup, tetapi tinggal di dekat situ, di Toronto. Plummer juga mendapat informasi bahwa Kim Phuc akan berbicara di depan para veteran perang Vietnam di Washington, D.C.

Jadi Plummer mengajak semua awak helikopter yang pernah bersama dia untuk menghadiri pertemuan tsb. Waktu Kim Phuc berbicara kepada orang banyak, dia mengatakan bahwa dia menjadi Kristen tahun 1982. Dan jika dia bisa menemui pilot yang membom desanya, dia akan mengatakan pada orang tsb bahwa dia telah mengampuni orang tsb. Walaupun para prajurit tsb tidak bisa mengubah masa lalu, Kim Phuc berharap mereka bisa bekerjasama untuk memperbaiki masa depan.

Pada waktu dia selesai bicara, Plummer maju ke depan untuk menemui Kim Phuc. Dia hanya bisa mengatakan, “Maafkan Saya, Maafkan Saya, Maafkan Saya!” Kim Phuc mungkin adalah korban bom napalm beberapa tahun lalu, tetapi beberapa tahun kemudian dia melihat bahwa Plummer lah yang menjadi korban kesedihan, kesengsaraan dan penderitaan. Dia merentangkan tangannya dan memeluk Plummer sambil berkata, “Nggak apa-apa...nggak apa-apa...Aku mengampuni....Aku mengampuni.”

Kita tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, kita harus memberkati musuh-musuh kita (1 Petrus 3:9). Yesus berkata, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Mat.5:44). Hanya Tuhan yang bisa melakukan hal seperti itu –meruntuhkan tembok-tembok penghalang yang membawa perpisahan, merekonsiliasikan kita dengan Dia dan satu sama lain, mengisi hati kita dengan kasih serta pengampunan oleh kuasa Roh Kudus.

Waktu Gandhi membaca Injil, dia memahami kisah yang disampaikan Yesus. Dia berkata, “Orang yang lemah tidak akan pernah bisa mengampuni. Pengampunan hanya dimiliki orang yang kuat.” Francois La Rochefoucauld –pengarang serta filsuf Perancis yang terkenal- pernah berkata, “Kita mengampuni sesuai dengan tingkat kita mengasihi.” Makin Saudara mengasihi seseorang, makin banyak pengampunan Saudara bagi dia.

Yesus berkata, “Orang yang banyak diampuni, banyak mengasihi” (Luk 7:47). Hal ini berarti, makin Saudara menyadari betapa besar Tuhan telah mengampuni Saudara, makin cepat Saudara siap untuk mengasihi, mengampuni dan memberkati orang lain. Selamat Paskah 2012!


Tags :



Berita Terkait