.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

Malam I KKR Suguhi Kesaksian “KH Bunyamin Zakharia”



Malam pertama Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Jemaat GPdI Hosana Karombasan yang disponsori Rayon Hermon berlangsung lancar dan sukses, Senin (25/2) di Lapangan Bulutangkis Kompleks Lorong Kapok, Lingkungan I Kelurahan Karombasan Selatan, Manado.
Nuansa ibadah yang mulai dihidupkan dengan puji-pujian dan penyembahan tim pelayan altar sebelum KKR dimulai, terus menyemangati anggota jemaat, warga dan jemaat tetangga, serta undangan yang mulai berdatangan untuk benar-benar siap masuk dalam persekutuan dengan Allah. 
Setelah diawali doa pembukaan oleh Pdm. Denny Dajoh dan pembacaan Surat Ijin Kepolisian yang dirangkaikan Ucapan Selamat Datang oleh Maikel Runtuwene, SE, ibadah pun langsung terangkat dalam praise & worship yang dipimpin Songleader Rinny Lette bersama Singers; Ike Poluan, Sarah Ora, Hendra Rori, dan Steven Kindangen diiringi musik (Reagen Repi, Rio Natsir, Presly Jacob). 
Suasana KKR bertemakan “Dipulihkan untuk Memulihkan” kian menghidup ketika lagu berirama Nusa Utara “Bersyukurlah” dinyanyikan sambil menari dan bergandengan tangan, dan nuansa dalam hadirat Nya terus terjaga hingga masuk pada  Pelayanan Firman Tuhan oleh Pdt. Benny Tumbelaka, SH., S.Th.
Tumbelaka yang datang bersama rombongan beranggotakan 7 orang anggota Jemaat GPdI Betlehem Ratahan yang dipimpinnya, tampil sebagai Pembicara Malam I dengan mengambil nats pokok dalam Wahyu 6 : 8.   Ayat ini kemudian diulasnya dalam bentuk kesaksian ketika mengadakan penginjilan di daerah-daerah yang masih kental dengan ilmu hitam, termasuk saat menginjil di Sulteng, Sultra, dan Sulsel. 
Penginjil yang sudah beberapa kali melayani di KKR GPdI Hosana Karombasan ini pun menegaskan, orang percaya harus berani melawan kuasa kegelapan dengan mengandalkan kekuatan sorgawi.  “Kuncinya, yang selalu menjadi ayat pegangan saya hingga sampai saat ini bisa menjadi seperti ini adalah Yohanes 15 : 16.” Tukas mantan pengerja di Sekolah Alkitab Langowan ini,  seraya mulai menyelingi khotbahnya dengan banyak bersaksi mengangkut kehidupan lamanya ketika masih menganut kepercayaan turun-temurun keluarga besarnya yang berasal dari kaum Kedar. 
Mantan pengacara dan alumni perguruan tinggi terkenal di Kairo (Mesir) ini mengaku lebih memilih meninggalkan kesenangan duniawi sebagai pimpinan beberapa pondok pesantren besar di Jawa dan  menjadi tukang kebun di Langowan.  “Syukurlah melalui penginjilan saya, banyak rekan-rekan saya sesama kyai bertobat dan mengikut Yesus Kristus.” Aku mantan Ketua Komnas HAM yang dulunya dikenal dengan nama KH. Bunyamin Zakharia ini.
Menjelang akhir khotbah, suami tercinta dari seorang wanita Kawanua yang kini berprofesi PNS ini, mengutip 1 Tawarikh 4 : 10 tentang permohonan Yabes yang dikabulkan Bapa.  “Ini menjadi keyakinan kita semua, bahwa Tuhan pasti akan mengatasi pergumulan orang percaya sebagaimana Yesus Kristus sudah menyelesaikan semuanya dalam Yohanes 19 : 30.” Tegasnya sebelum menutup dengan jaminan Firman Allah kepada Yosua “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepadamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.” (Yosua 1 : 3). 
Ibadah pun berakhir setelah Ucapan Terima Kasih oleh Dra. Joula Himpong dan ditutup Doa Berkat oleh Gembala GPdI Hosana Karombasan, Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA. 

     
     
     



Tags : hosana, kkr, kesaksian



Berita Terkait