.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

Hubungan Hitler dan Tuhan?



Hampir semua orang tahu tentang kekejaman diktator Adolf Hitler yang melakukan pemusnahan masal atas kaum Yahudi, dimerkirakan sekitar 6 juta orang tewas semasa pemerintahannya. Selain Yahudi, Hitler juga dikenal membenci kelompok Gipsi dan banyak kelompok lainnya. Namun Christian Broadcasting Network (CBN) mengupas sisi lain dari Hitler, yaitu hubungannya dengan Tuhan dan Alkitab.

Program baru CBN bersama penulis Ray Comfort berjudul "Hitler, God and the Bible" menarik perhatian banyak orang karena mengupas sisi religius Hitler dan bagaimana akhirnya ia membuat sebuah strategi untuk menghancurkan gereja dan juga umat Kristen.

Dalam acara yang dipandu oleh Gordon Robertson ini menjelaskan bahwa tata ekonomi Jerman raya kala itu yang hancur dan juga sistem politiknya setelah perang dunia pertama membuat orang-orang berharap munculnya seorang penyelamat. Saat itulah Hitler muncul dengan memberi pesan pengharapan dan perubahan, akan mengembalikan kemuliaan, mengajak mencintai sesama dan anti kekerasan. Namun Confort, penulis puluhan buku yang membuat riset tentang film dokumenter ini menegaskan bahwa Hitler bukanlah seorang Kristen.

Walau demikian, CBN menggambarkan bahwa Hitler mengenakan jubah agamawi seperti orang Kristen sebelum ia memiliki kekuatan yang besar. Sebagai contoh saat ia masih menjadi kanselir Jerman di tahun 1937, Hitler berdoa: "Di saat ini saya ingin berdoa meminta kepada Tuhan satu hal ini : bahwa Dia akan memberikan berkatnya atas apa yang kita kerjakan, dan bahwa Dia memberi kita keberanian untuk melakukan yang benar. Aku yakin bahwa manusia yang diciptakan oleh Tuhan harus hidup menurut kehendak yang maha kuasa."

Namun kemudian kepada orang-orang kepercayaannya Hitler berkata bahwa ia bisa memastikan bahwa baik Katolik ataupun Kristen akan lenyap dari antara para pengikutnya. Dalam perkembangannya Hitler kemudian membuat National Reich Church dimana salib diganti swastika, Alkitab diganti buku karyanya "Mein Kampf" dan membunuh para pemimpin Kristen serta mendokrinasi ulang orang Kristen.

Ray Comfort yang sebelumnya telah menulis dan memproduseri pembuatan film yang berjudul serupa namun mengupas grup The Beatles, "The Beatles, God, and the Bible" mengharapkan film dokumentari ini dapat memberikan pencerahan bagi banyak orang. Menurutnya film ini sangat relevan dengan kehidupan saat ini dimana banyak bermunculan orang-orang yang bertindak brutal dan menjadi ekstrimis.

"Setiap kali terjadi penembakan (tindakan terorisme -red), psikieater berebut untuk mencoba menentukan apa pemicu utama pelaku. Mereka beralasan seperti 'dia penyendiri' atau 'dia baru saja kehilangan pekerjaan' tetapi mereka tidak pernah menunjuk pada satu kesamaan dari para pembunuh itu. Kami ingin orang-orang memperhatikan apa yang dimiliki orang-orang 'Jenius' itu," terang Confort.

Confort memberi contoh tentang The Beatles, jarang ada yang tahu bahwa John Lennon dan Paul McCartney bertemu di gereja, namun di tahun 1965 keempat anggota band itu menjadi atheis.

Hitler seringkali dijuluki sebagai 'monster' karena sifat kejamnya. Namun monster itu tidak muncul dengan sendirinya, monster itu dibentuk oleh kehidupan dan masa lalunya selain juga oleh pilihan-pilihan yang ia buat. Salah satu yang membentuknya adalah orang-orang yang tidak perduli dan tidak mengasihi Dia dengan tulus, yang menimbulkan luka mendalam di hatinya.

Dari kisah kehidupan diktator masa lalu ini, mari kita belajar memperhatikan orang-orang sekitar kita. Orang-orang yang membutuhkan kasih dan juga bimbingan, dengan demikian tanpa kita sadari telah membentuk seorang pemimpin masa depan yang punya kasih dan hati melayani dan bukannya sebaliknya.


source :http://jawaban.com


Tags : artikel, hitler



Berita Terkait