.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

PGPI Sikapi "Masa Kritis" Gereja



Perkembangan keberadaan gereja di tanah air belakangan ini, terus menjadi beban pergumulan sesama umat Kristiani, termasuk kalangan Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI).  Berbagai macam tekanan dan ancaman yang dialami kaum nasrani di era penguasa kini, semakin mendapat perhatian serius organisasi yang menaungi gereja-gereja berdenominasi aliran Pentakosta ini.  PGPI menyikapi dan merespon “masa kritis” gereja dimaksud, dengan mengaitkannya pada momen tahun politik 2014 yang akan berlangsung pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi/Kabupaten/Kota, serta Pemilihan Presiden (Pilpres).   Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana kepengurusan pusat periode tahun 2013-2018 pimpinan Pdt. Dr. Yacob Nahuway, MA, 18-20 Pebruari 2014, di GBI Mawar Sharon Jakarta, para elit pengurus daerah dan pusat serta sinode gereja anggota PGPI dari seluruh nusantara, membahas pula soal bagaimana mendapatkan calon pemimpin bangsa kedepan yang tegas dalam menjamin kebebasan beragama. 

Gembala GPdI Hosana Karombasan Manado, Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA yang baru kembali seusai menghadiri pertemuan tersebut, mengatakan, intinya gereja Tuhan harus lebih berperan dan jeli dalam menggunakan hak pilih nanti.  “Berdoalah sebelum menentukan pilihan, maka Roh Kudus yang akan menuntun kita dalam memilih calon terbaik untuk gereja Tuhan.” tukas pengurus inti PGPI Sulawesi Utara ini kepada jemaatnya lewat Ibadah Raya Minggu (23/02) di gereja.  Diinformasikannya, sejak setahun terakhir, PGPI yang beranggotakan 80-an sinode gereja telah didekati beberapa tim sukses calon presiden (capres).   Namun, menurut beliau, pihak organisasi aras yang berdiri 14 September 1979 -dengan nama sebelumnya, Dewan Pantekosta Indonesia- ini belum memutuskan sikap.   “Karena, memang sampai saat ini belum ada capres resmi.  Semua partai masih harus menunggu hasil Pemilu Anggota DPR-RI untuk mengetahui pencapaian electoral threshold nya apakah melebihi 20 % sehingga bisa mengusung calon sendiri.” jelas mantan Ketua PGPI Kota Manado ini.  

Sumilat yang ikut rakernas mewakili Ketua PGPI Sulawesi Utara, Pdt. Dr. Lefrand A. Lapian, MA -berhalangan hadir karena sakit dan sedang dirawat di Singapura-, kemudian menyebutkan sejumlah nama kandidat presiden yang punya “kedekatan” dengan kalangan gereja, seperti Prabowo Subianto, Wiranto & Harry Tanoe, dan Jokowi.   “Tapi, yang sudah tampak serius mendekati PGPI baru Prabowo.  Melalui adiknya, yang seorang anak Tuhan, Hashim Djojohadikusumo, beliau bahkan telah memberikan sumbangan miliaran rupiah untuk pembangunan kantor pusat PGPI yang baru.” tambahnya.


Tags :



Berita Terkait