.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

3 "Tokoh" Wanita Motivasi Ibu-Ibu Menjadi Entrepreneur



Menyikapi perkembangan ekonomi dunia saat ini, Jemaat GPdI “Hosana” Karombasan Manado terus melangkah maju untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan, melalui pemberdayaan potensi usaha kreatif yang dimilikinya.   Program kerja tahunan dalam Master Plan 2011-2014, -selain tetap fokus pada pertumbuhan rohani- diarahkan pula menuju pencapaian sasaran dimaksud, guna merespon janji keberkatan Tuhan bagi orang percaya. 

Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk memberikan pencerahan dan perluasan wawasan pengetahuan tentang peluang-peluang bisnis terkini, dengan melibatkan dan memanfaatkan keuntungan istimewa mempunyai seorang anggota jemaat berstatus pejabat tinggi instansi terkait di Provinsi Sulawesi Utara.  Diantaranya, lewat kesempatan usai Ibadah Raya Minggu (23/03) di gereja.

Melalui pertemuan khusus anggota Pelayanan Wanita Pantekosta (Pelwap) yang digagas Ibu Rohani, Pdt. Mieke Sumilat-Ukus tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Prov. Sulut, Olvie Atteng, SE., M.Si, memotivasi mereka untuk memberdayakan potensinya masing-masing dengan membuat usaha/industri rumah tangga (home industry).   “Sekarang, banyak fasilitas yang disediakan pemerintah untuk pengembangan industri kecil menengah (IKM) di daerah ini.   Seharusnya, kita juga bisa memanfaatkannya.  Khusus di Disperindag Sulut, kami sedang menerapkan program hilirisasi IKM untuk menghasilkan produk jadi siap ekspor, termasuk sandang, kerajinan, dan pangan olahan.  Setiap tahunnya, kami membantu 10 kelompok untuk dikembangkan.” tukasnya di hadapan ibu-ibu yang didominasi anggota Pelayanan Keluarga Muda (PKM). 

Kini, menurut Ketua Pelayanan Diakonia (Peldia) GPdI “Hosana” Karombasan ini, pihaknya sedang mencari produk-produk kue khas Sulut untuk dijadikan penganan resmi acara jamuan sambut tamu daerah dan dikembangkan menjadi bahan ekspor ke luar negeri.  “Kemasannya, sudah ada, tapi isinya yang sedang kami cari.” ungkap Pembina Kelompok Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Jemaat bernama Hosana Care Karombasan (HCK).   

Untuk itu, diharapkannya, jemaat -dikoordinir HCK- segera membentuk kelompok-kelompok kecil beranggotakan personil yang memiliki kemauan, komitmen, dan konsistensi untuk menjadi entrepreneur penghasil produk dimaksud.   “Jangan pikirkan dulu masalah modal, yang penting kelembagaannya sudah ada, dan anggotanya benar-benar serius untuk berusaha.” tandas mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut ini.  

Sementara itu, motivator lainnya, yakni Deasy Somba, S.Pd., M.Pd., MM, turut memberikan dorongan dengan mengangkat kiat sukses mempertahankan bisnisnya yang sempat jatuh-bangun.  “Kunci utamanya, jangan pernah lupa mengembalikan milik-Nya dan setia memberi untuk pekerjaan Tuhan.” ungkap pemilik usaha pendidikan tinggi beraset miliaran rupiah ini,   Selain menyatakan kesiapannya memback-up pembentukan IKM jemaat, pimpinan PT. Karya Somba ini, mengusulkan alternatif bisnis garmen, khususnya kain Bentenan,  Menurutnya, usaha konveksi memiliki prospek cerah kedepannya.  “Yang terpenting, jaga kepercayaan konsumen/pelanggan, tepat waktu, dan jujur.” tegas wanita karir yang dipercayakan sebagai Wakil Bendahara Panitia Pembangunan ini. 

Menindaklanjutinya, Ibu Rohani pun segera menggerakkan para ibu yang umumnya berusia muda itu, untuk mendaftarkan diri menjadi anggota kelompok usaha sesuai pilihan ketrampilannya masing-masing.   Mengakhiri tatap muka, ke-3 "Tokoh" Wanita -Ukus, Atteng, Somba- ini, tambah menyemangati dengan kata-kata bijak "Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?".


Tags :



Berita Terkait