.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

"Hosana Tallent" Lengkapi Sukacita Kenaikan Yesus Kristus



“Hosana Tallent” Meriahkan Sukacita Kenaikan Yesus Kristus

Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (29/05), kembali menjadi momen istimewa bagi jemaat GPdI Hosana Karombasan Manado.  Hampir keseluruhan dari sekira 400-an anggota jemaat setempat, merayakan hari besar umat kristiani tersebut, dengan mengadakan Ibadah Padang di Taman Eben Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. 

Cuaca cerah yang menyelimuti Kota Manado sejak pagi hari, ikut menaungi perjalanan rombongan berkendaraan belasan mobil dan sepeda motor dari kompleks gereja -depan Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan- pukul 08.00 wita hingga tiba di lokasi wisata alam milik “Jemaat Kristus” setengah jam kemudian.  

Setelah sekitar 30 menit persiapan panitia -dari Pelayanan Keluarga Muda (PKM)- mengatur soundsystem music, ibadah memperingati terangkatnya Kristus Yesus ke sorga pun dimulai dengan doa pembukaan oleh Pdm. Denny Dajoh.  Nuansa penuh sukacita langsung mewarnai suasana ibadah, ketika Worship Leader (WL) Rieckel Manayang diiringi singers Pdm. Sarah Ora, Niniek Dajoh, dan Steven Kindangen mulai mengangkat dan memimpin pujian & penyembahan. 

Perlengkapan musik yang sengaja dibawa tim pelayan altar -Steven Wurarah,SE, Briptu Pol. Jandry Nusa, Presly Jacob, Israel Rumengan, dan Gaby Dajoh- dari gereja, semakin menghidupkan praise en’ worship jemaat yang memenuhi bangunan utama tempat pertemuan di tengah kompleks taman asri eks kepunyaan Yayasan Eben Haezer itu, hingga jelang pemberitaan Firman Tuhan.  Seluruh hadirin pun menyambut pelayanan Firman Allah dengan hati yang tetap dalam kesukacitaan. 

Apalagi khotbah Pdt. Jemmy Paat yang -didahului doa oleh Pdm. John Endey- mengambil nats pokok Lukas 24 : 50-53, mengangkat pula topik pengembalian sukacita yang hilang.  Intinya, kenaikan Yesus menjadi bukti pemulihan dari Dia bagi orang-orang yang merasa sedih dan galau karena penangkapan, penyaliban, dan kematian Kristus yang telah dianggap sebagai Raja dan Mesias mereka.  Meskipun Bapa sudah membuktikan dengan terbelahnya tirai bait suci, namun tetap saja mereka trenyuh melihat sang Juruselamat mati dan dikuburkan.  Terlebih lagi, pada hari yang ketiga, mayat-Nya tak diketemukan di dalam kubur.  Itu sebabnya, Yesus Kristus mengumpulkan para pengikut Tuhan di Galilea untuk memulihkan dan mengembalikan sukacita mereka, sebelum Ia naik ke surga.   Galilea merupakan kota perteduhan, bermakna lingkaran yang tak berujung-pangkal, yang menggambarkan wujud kasih Allah yang tak terbatas.  Disinilah, Yesus telah menggenapi nubuatan firman yang disampaikan nabi Yesaya untuk membawa bangsa yang diam dalam kegelapan dapat melihat Terang, dan mengubah keadaan yang tidak sesuai kebenaran masuk pada pertobatan (Matius 4 : 14-16).  Kristus mengajar dan memberitakan Injil Keselamatan, menguatkan yang lemah, menyembuhkan orang sakit, melepaskan roh jahat, dan lainnya.  Lalu, kesemuanya itu dilengkapi Kristus Yesus dengan memberkati dan memulihkan meraka dari kesedihan dan kegalauan.  Mereka pun merasakan sesuatu yang diubahkan, dan pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.   Namun, Kisah Para Rasul 1 : 9-11 menghendaki kita tidak sekedar tercengang dan bergembira sendirian.  Dia mau orang percaya tetap menampakkan sukacita sorgawi menantikan kedatangan-Nya kedua kali, dengan terus bersaksi membuat orang lain terheran-heran dan menerima kselamatan.  Gereja Tuhan harus menjadi kekaguman bagi dunia (KPR 2 :7).  

Akhirnya, selesai khotbah yang dirangkaikan dengan persembahan pujian Vocal Group Rayon Hermon -peraih piala bergilir lomba VG antar rayon 2014- dan pengumuman singkat oleh Ibu Rohani Pdt. Mieke Sumilat-Ukus, ibadah pun ditutup Gembala Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA dengan doa dan makan siang bersama. 

Setelah itu, kegiatan refreshing day pun dilanjutkan dengan rangkaian lomba antar wadah dan rayon sesuai aturan yang disampaikan Koordinator Seksi Acara Pdm. Ibu Santy Runtuwene-Mumu, S.PdK.  Semua bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda remaja, dan anak-anak, tampak antusias dan bersemangat mengikuti dan menonton setiap perlombaan -yang dipandu Bpk. Hendra Rori Cs- mulai dari lari karung dan menjunjung tahu mentah di kepala, hingga sepakbola plastik di hamparan rumput yang tersedia. 

Apalagi, masuk pada acara terakhir ditunggu-tunggu, yakni “Hosana Tallent” bintang vocalia umum, anak-anak, dan lansia yang digelar di tempat ibadah sebelumnya.   Aplaus tepuk tangan penonton dan pendukung pun bergema setiap para penyanyi idolanya tampil membawakan lagu rohani bebas dengan talenta tarik suara yang dimilikinya.  

Hasilnya, sesuai penilaian yang dilakukan langsung oleh Gembala, juara pertama kategori umum diraih Ibu Dewi Ampurnama dari rayon Zaitun dengan nilai 91, disusul alumnus Sekolah Alkitab Palembang 2014, Gabby Dajoh (Hebron/81), dan Gloria Paendong (Hermon/79).  Sedangkan khusus anak-anak dijuarai Revival Frederik, dan lansia dimenangkan Ibu Jd. Aneke Runtu-Ruru.  “Semuanya sudah tampil dengan baik sesuai talenta yang diberikan Tuhan.  Namun yang harus diperhatikan dalam kompetisi bernyanyi, antara lain; teknis penguasaan lagu, penjiwaan lagu, gaya dan performance tampil, pengucapan vocal berkaitan artikulasi suara, dan tingkat kesulitan lagu.” tukas Sumilat -yang juga berlatarbelakang seniman- selaku juri tunggal. 

Usai penyerahan hadiah oleh panitia yang diketuai Bpk. Maikel Runtuwene, SE, seluruh rangkaian acara ibadah padang pun berakhir pukul 16.00 wita dengan doa penutup dan berkat oleh Gembala.  Jemaat kembali ke rumah masing-masing dengan membawa berkat sukacita kenaikan Yesus ke sorga, dan siap menyambut Hari Pentakosta dengan mengikuti Ibadah & Doa 10 malam hingga Ibadah Raya Ketuangan Roh Kudus, Minggu 8 Juni 2014 di gereja.


Tags :



Berita Terkait