.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

GPdI Sulut Gelar Ibadah Agung Hari Pantekosta



Hari ini, Minggu (08/06), seluruh umat kristiani merayakan Hari Pentakosta.  Sehubungan hal itu, warga jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se-Sulawesi Utara, besok (09/06) akan mengadakan Ibadah Agung Hari Pantekosta dan Pawai Kendaraan Hias, di Lapangan KONI Sario Manado. 

Melalui undangan resmi Majelis Daerah (MD) GPdI Sulut bersama Panitia Pelaksana yang diketuai Drs. Meki M. Onibala, M.Si, ke segenap Majelis Wilayah, Gembala, dan Jemaat GPdI se-Sulut, disebutkan, maksud penyelenggaran iven rohani ini juga untuk mensyukuri anugerah Tuhan dalam melewati 94 tahun GPdI melayani dan berkarya di bumi Nyiur Melambai.  Panitia berharap para undangan hadir dengan mengenakan pakaian putih, dan setiap Wilayah menyiapkan kendaran hias roda 4 dengan mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menampilkan atribut parpol. 

Menyambut pelaksanaan Bonsda tersebut, Gembala GPdI Hosana Karombasan Manado, Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA, kembali memberikan peneguhan rohani berkenaan Hari Ketuangan Roh Kudus kepada jemaat yang dipimpinnya.  “Ini merupakan penggenapan janji Tuhan dalam KPR 1 : 5 yang mengatakan: Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” tukas Ketua Biro Pertumbuhan Gereja MD GPdI Sulut melalui khotbahnya yang mengambil nats pokok KPR 2 : 1-4 pada Ibadah Raya Minggu (09/06) di gereja. 

Menurut Sumilat, Bapa memilih Hari Pentakosta atau hari ke-50 setelah Paskah, untuk menggenapi janji-Nya, memiliki makna khusus bagi orang percaya.  Dikatakannya, hari istimewa ini, merupakan salah satu dari 3 hari raya besar bagi bangsa Israel, selain Paskah dan Pondok Daun.   Dalam Alkitab, disebut Hari raya Tujuh Minggu (bah. Ibrani, Hag ha-Shavout) atau hari raya buah bungaran dari penuaian gandum, hari raya menuai, dan hari hulu hasil (persembahan pertama hasil lading/ternak). 

Intinya, mensyukuri pertolongan Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir dan membawa ke tempat yang diberkati-Nya.  “Hari raya panenan ini, juga untuk persiapan musim penanaman baru.  Itu sebabnya, hulu hasil yang dibawa kepada Dia adalah tanda awal mereka masuk pada berkat berikutnya yang lebih besar.” jelas Anggota Departemen Pertumbuhan Gereja / Jemaat Lokal Majelis Pusat GPdI ini. 

Hal ini, lanjutnya, harus juga menjadi keyakinan bagi gereja Tuhan.  “Tak ada pengurangan atau pemiskinan, ketika kita memberi korban persembahan kepada Bapa.” tegas tokoh lintas gereja ini.  Selain itu, lanjutnya, menjadi jaminan juga bagi orang percaya baik di bumi maupun di sorga (Ulangan 16 : 9-12).  Lantas, mengapa Roh Kudus dicurahkan?  Mengapa pula, kita harus dipenuhi Roh Kudus? (Lihat selengkapnya dalam khotbah Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA berjudul “Berkat Kekayaan Pentakosta”.


Tags :



Berita Terkait