.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

BPJS Kesehatan Penting Bagi Jemaat



Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya pasal 28H ayat (1), (2), dan (3) mengamanatkan, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia bermartabat. Intinya, menjamin seluruh rakyat untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dan meningkatkan martabatnya menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur.

Berdasarkan pemberian jaminan sosial yang menyeluruh tersebut, negara telah mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagai tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial, yang diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2004. Menindaklanjuti amanat pasal 5 ayat (1) dan 52 UU tentang SJSN dimaksud, serta mewujudkan tujuannya dalam memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi semua warga, dibentuklah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sesuai UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJS, badan penyelenggara yang terbentuk berdasarkan prinsip kegotongroyongan, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepesertaan bersifat wajib, dana amanat, serta hasil pengelolaan dana jaminan sosial seluruhnya untuk pengembangan program dan sebesar-besar kepentingan peserta ini, terbagi menjadi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Keduanya resmi diluncurkan bersama dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 31 Desember 2013.

Sejak beroperasi mulai sejak 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan -peralihan PT. Asuransi Kesehatan (Askes) Indonesia-, cepat mendapat respon positif masyarakat, dibandingkan BPJS Ketenagakerjaan -sebelumnya PT. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)-.   Pentingnya pemberlakuan JKN tersebut, dirasakan pula kalangan gereja di daerah ini, seperti yang diungkapkan Gembala GPdI Hosana Karombasan Manado, Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA. “Program ini semacam asuransi resmi pemerintah yang memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan bagi setiap peserta. Jadi, sesuai amanat UUD 45, program yang diselanggarakan BPJS Kesehatan ini sangat bermanfaat bagi kita semua.” tukasnya, melalui Ibadah Raya Minggu (06/07) di gereja. Itu sebabnya, tokoh lintas gereja di daerah ini, memotivasi jemaatnya untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. “Terutama, yang belum mendaftarkan diri pada asuransi manapun, baik milik pemerintah maupun swasta.” tandas Gembala.

Sebab, menurutnya, mereka yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) -dulunya Pegawai Negeri Sipil (PNS)-, anggota TNI/Polri, pejabat Negara, dan pegawai pemerintah non ASN, sudah terdaftar otomatis melalui program lanjutan Askes. Begitu pun, pegawai/karyawan swasta, umumnya telah/akan didaftarkan oleh perusahaannya (lanjutan Jamsostek). Kedua kelompok ini dikategorikan Pekerja Penerima Upah. Sedangkan, bagi warga miskin -termasuk yang yang sudah memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)-, akan menjadi peserta dengan biaya dari pemerintah (Penerima Bantuan Iuran). “Namun, khusus jemaat yang kurang mampu, dan belum masuk dalam Jamkesmas, beritahukan melalui pimpinan rayon untuk didaftarkan dengan bantuan iuran dari gereja.” tambah Ibu Rohani, Pdt. Mieke Sumilat-Ukus. Menurutnya, pendaftaran JKN ke BPJS Kesehatan, proses pengurusannya mudah dan cepat. “Cukup membawa Kartu Keluarga, KTP berlaku, dan pas foto 3x4.” ujar pengurus Komisi Daerah Pelwap Sulut ini dihadapan ratusan jemaat setempat.

Kepesertaan program JKN, bersifat wajib bagi seluruh warga Negara Indonesia. Pembayaran premi perbulannya, untuk kelas I sebesar Rp. 59.500,-, kelas II Rp. 42.500,-, dan kelas III Rp. 25.500,-, harus dilakukan sebelum tanggal 10 bulan berjalan. Setelah membayar iuran pertama, peserta mendapatkan kartu BPJS Kesehatan. Khusus di Kota Manado, rumah sakit yang melayani pasien program JKN yakni; RSUP Prof. dr. RD Kandou Manado, RSUD Prof. DR. Ratumbuysang, RS Tk III RW Monginsidi, RS TNI-AU Sam Ratulangi, RS Bahyangkara, RS Pancaran Kasih, RS Sitti Maryam, RS Adven Manado, dan Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Sulut.


Tags :



Berita Terkait