.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

"Berdoa yang Berkualitas"


Ringkasan Khotbah, Minggu 17 Mei 2015


PEMBICARA
Pdt. Edwin F. Smilat, S.Th., MA

AYAT POKOK
KPR 1 :12-14





Firman Allah kembali mendorong orang percaya untuk senantiasa bertekun dengan sehati secara bersama dalam doa yang berkualitas untuk dipenuhi dengan Roh Kudus.

Ada yang beranggapan untuk saat ini, sudah tidak perlu lagi mengadakan ibadah doa malam menjelang Hari Pentakosta, karena Roh Kudus telah dicurahkan.   Namun, bagi kita jemaat Pantekosta harus tetap terus melakukannya, karena hal itu sangat menyenangkan hati Tuhan.  

Ibadah doa jelang Hari Ketuangan Roh Kudus, sebagaimana juga dilakukan murid-murid Yesus Kristus, setelah Ia naik ke sorga.   Perbedaannya, pada saat para rasul berdoa menantikan janji Bapa, Roh Kudus belum dicurahkan.    Tapi, Roh Kudus sudah ada.

Terdapat 2 tempat khusus yang dipilih Yesus untuk menyampaikan pesan penting kepada para  pengikut-Nya, yakni; Galilea dan Bukit Zaitun.

Ayat 12 menyebutkan, setelah Kristus terangkat naik ke sorga, kembalilah para rasul dari Bukit Zaitun ke Yerusalem.   Ketika tiba di kota, mereka naik ke ruang atas tempat tinggal untuk berdoa bersama.   Mereka adalah murid-murid Kristus Yesus, minus Yudas Iskariot (ayat 13).  Ayat 14 menambahkan, mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama beberapa perempuan, serta Maria -ibu Yesus- dan saudara-saudara Kristus.    

Pada hari-hari penantian janji Allah tersebut, terkumpul sekitar 120 orang percaya (ayat 15).  Angka 120 bermakna kesudahan daging.   Artinya, gereja Tuhan tidak lagi hidup dengan kedagingan, melainkan dengan Roh.

Lalu, apa yang membuat mereka segera naik ke loteng rumah?   Ayat 4 menunjukkan, ketika makan bersama dengan para murid-Nya, Yesus Kristus melarang mereka meninggalkan Yerusalem.    Ini berbicara ketaatan.   Jika ingin dipenuhi Roh Kudus, mesti taat terhadap perintah Dia.   Selain itu, sesuai janji Bapa, orang percaya akan menerima baptisan Roh Kudus (ayat 5).   Kita bersyukur, karena jemaat Pantekosta adalah jemaat yang dibaptis dengan Roh Kudus.

Apa itu baptisan Roh Kudus?  Menurut ayat 8, baptisan yang terjadi saat Roh Kudus turun ke atas orang percaya  (KPR 2 : 1-4).   Ketika dibaptis dengan Roh Kudus, kita akan menerima kuasa yang sangat penting dalam kehidupan kekristenan, untuk dapat mengatasi segalabentuk ujiab cobaan, dan tantangan.

Mengapa perlu Roh Kudus dan kuasa?  Sebab, orang percaya harus menjadi saksi untuk memberitakan Injil Keselamatan ke seluruh dunia.   Gereja Tuhan mesti bersaksi dalam 2 bentuk, memproklamasikannya kepada orang lain dan kesaksian hidup melalui perilaku keseharian kita.

Akhirnya, marilah kita manfaatkan ibadah doa malam jelang Hari Pentakosta ini, datang dengan kesungguhan hati dan bertekun secara bersama-sama dalam doa yang berkualitas kepada Dia, untuk dapat dipenuhi Roh Kudus.   Amin!!!