.:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA JEMAAT HOSANA KAROMBASAN MANADO ::.

.:: TOGETHERNESS TO OVERCOMES ::.

"Menjadi Saksi yang Setia"


Ringkasan Khotbah, Minggu 24 Mei 2015


PEMBICARA
Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA

AYAT POKOK
KPR 2 : 1-4





Firman Allah kembali berbicara tentang jaminan bagi setiap orang percaya yang dipenuhi dengan Roh Kudus, akan diperlengkapi dengan kuasa untuk menjadi saksi yang setia hingga akhir. Sejak munculnya Gerakan Pentakosta di Amerika Serikat hingga Indonesia, peringatan dan perayaan Hari Ketuangan Roh Kudus, hanya dilakukan oleh gereja-gereja beraliran Pantekosta -termasuk GPdI-. Namun, belakangan gereja lainnya sudah pula ikut merayakannya, walaupun dalam pemahaman teologi yang berbeda. Artinya, telah mulai ada pengakuan menyeluruh dari gereja-gereja terhadap peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta -50 hari setelah Paskah-, untuk dapat menjadi bagian dalam kehidupan gereja Tuhan. Ayat 1-4 menyebutkan, ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya yang terkumpul di suatu tempat -sekitar 120 orang- mengalami kepenuhan Roh Kudus. Waktu itu di Yerusalem, ada banyak orang dari Timur Tengah, Asia, sebagian Afrika dan Eropa yang berkerumun menyaksikan dan mendengar para rasul berkata-kata dalam berbagai bahasa milik mereka, tentang perbuatan besar dan ajaib yang diperbuat Bapa (ayat 5-11). Pencurahan dan pemenuhan Roh Kudus bagi orang percaya saat tersebut, menggenapi janji Dia sebagaimana disampaikan Yesus Kristus kepada para murid-Nya. Melalui penyampaian Yesus dimaksud, terkandung 2 pesan penting didalamnya, yakni: 1. Matius 28 : 7-10 menunjukkan, melalui penampakan Kristus kepada para Maria dan murid Tuhan lainnya -setelah bangkit pada hari ketiga-, Ia memerintahkan mereka untuk pergi ke Galilea. Disanalah, Kristus Yesus memberikan perintah agung untuk pergi memberitakan Injil Keselamatan ke seluruh dunia (Matius 28 : 18-20 & Markus 16 : 15-16). 2. KPR 1 : 4 mengatakan, ketika makan bersama-sama dengan para murid-Nya, Yesus melarang mereka meninggalkan Yerusalem. Mereka mesti tetap tinggal di situ untuk menantikan janji Allah tentang baptisan Roh Kudus (KPR 1 : 5). Lalu, KPR 1 : 8 menambahkan, akan diperlengkapi dengan kuasa untuk menjadi saksi (Lukas 24 : 48-49). Berita penting untuk menjadi saksi tentang perbuatan Allah yang luar biasa, memang takkan lepas dari tanggungjawab gereja sebagai bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, umat kepunyaan Bapa yang terpanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, sebagaimana dimaksud dalam 1 Petrus 2 : 9. Dan, pengakuan terhadap gereja Pantekosta sebagai yang terdepan dalam hal baptisan Roh Kudus, telah ada sejak lahirnya gerakan Pentakosta. Tanggungjawab itu akan terus dilaksanakan gereja hingga Kristus datang kedua kalinya, dimana sudah terwujudnya pemulihan segala sesuatu (KPR 3 : 21). Kita merayakan hari Pentakosta, bukan karena sejarahnya, tapi berkaitan pentingnya dan keharusan bagi orang percaya untuk dipenuhi Roh Kudus. Itu sebabnya, GPdI sangat memerlukan adanya kepenuhan Roh Kudus. Tujuan Dia untuk memperlengkapi gereja Tuhan dengan kuasa, agar dapat menjadi saksi mulai dari Yerusalem sebagai pusat kegiatan rohani (tempat dimana kita bertumbuh), hingga seluruh Yudea dan Samaria (perpaduan antara rohani dan ilah-ilah), sampai ke ujung bumi. Lukas 24 : 48-49 menegaskan, kita adalah saksi yang diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat maha tinggi, melalui kesaksian marturia (menyatakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat kepada orang lain) dan kesaksian hidup /presensia (seperti apa kehidupan kita dimata orang lain). Menjadi teladan bagi orang percaya dalam melaksanakan amanat agung menjadi saksi adalah Kristus Yesus sebagai Saksi yang setia (Wahyu 1 : 5), dan juga Antipas (Wahyu 2 : 13) yang setia hingga akhir hidupnya. Meskipun akan menghadapi banyak tantangan, kita mesti tetap menjadi saksi yang setia hingga akhir dalam menjangkau jiwa-jiwa baru. Amin!!!